Tutorial, News, Article etc...

Facebook
RSS

Cara Pasang Infus Printer Canon iP1980

Tak bisa dipungkiri, Printer merk Canon masih merupakan printer favorite dan banyak dipakai dimana-mana. Selain harganya yang relatif murah (untuk entry level), hasil print lumayan bagus juga isi ulang yang tidak ribet. Nah, kalau anda pemakai setia printer Canon dan ingin memasang infus pada printer ini.Beberapa hari ini, saya mencoba memasang infus pada printer Canon iP 1980 untuk di pasang pada warnet saya. Yang jelas barang-barang yang di perlukan pun harus tersedia yaitu tabung infus untuk printer, tinta, isolasi/lakban yang warna hitam. Kalo udah siap, oke kita mulai sekarang.


Pertama-tama kamu buang gambar yang menempel pada catridge, lalu kamu buat lobang kecil yang harus sesuai dengan ukuran karet selang infus dengan bor dulu pelan-pelan pada catridge seperti di gambar ini. Jangan sampai salah dalam membuat lobang karena kalo salah printernya tidak akan jalan.


Yang kedua kamu coba pasang selang infusnya pada lobang yang kamu bor tadi sesuai dengan warna tinta. Kemudian kamu pasang catridge nya pada printer lalu kamu pasang dan tempelkan plastik kecil segiempat untuk mengatur posisi selang tinta pada pada catridge tinta warna hitam agar saat printer di hidupkan selang infusnya berjalan lancar jalan seperti pada gambar ini.


Printer Canon, sering mengalami beberapa masalah dengan printer yang satu ini. ini ada sedikit tips yang bisa kamu coba untuk lakukan.

1. Blinking, Indikator Kedap-kedip ketika Printer dinyalakan
Solusi Ringan, maksudnya solusi ini harus anda lakukan setiap kali anda menyalakan printer, sebab langkah ini hanya bersifat sementara. Ketika printer anda terputus dari arus listrik, maka blinking akan kembali muncul. Tapi, nggak ada salahnya ada lakukan langkah ini, bila anda belum familiar dengan cara-cara mereset printer menggunakan software.
• Lepaskan kabel power dari printer anda.
• Tekan terus tombol Power, sambil anda memasang kembali kabel power.
• Indikator power akan kelihatan menyala berwarna kuning.
• Lepaskan tombol power, ketika anda selesai memasang kabel power.
• Kemudian tekan lagi tombol power, untuk menyalakan printer anda.
• Dipastikan printer anda tidak blinking lagi. Namun ketika printer anda terputus dari arus listrik, maka blinking ini akan muncul, dan anda tinggal ulangi langkah diatas.

2. Blinking, kedap-kedip ketika habis tinta, atau ketika selesai isi tinta
Salah satu Solusinya :
• Tekan dan tahan tombol “Resume” selama kurang lebih 1 sampai 2 menit
• Kemudian buka tutup atau cover printer anda.
• Buka dulu Cartridge-nya kemudian pasang lagi
• Tutup cover printer
• Matikan, kemudian hidupkan kembali

3. Huruf hasil Print putus-putus (bergaris-garis), tidak merata
Coba lakukan cleaning beberapa kali, bila cara ini tidak berhasil juga, anda bersihkan catrige anda secara manual.
Aku tambahkan sedikit gambar untuk mereset printer Canon IP1980 secara manual :
1. Matikan Power printer & lepaskan kabel power dari printer.
2. Buka tutup printer, lihat gambar :




3. Tekan tombol Power, tekan tombol Reset & masukan kabel power ke Printer semuanya di lakukan harus bersamaan.


4. Lepaskan dulu tombol reset, lalu baru lepaskan tombol power.


5• Kemudian tekan lagi tombol power, untuk menyalakan printer anda.


Catatan : jika printernya masih blinking juga, ada kemungkinan Chip catridge rusak, soket catridge rusak, kabel USB printer tdk tersambung kuat (agak goyang), printer di instal kembali.
selamat mencoba & semoga berhasil.

Dikutip dari berbagai sumber dan pengalaman
[ Read More ]

CARA MENGATASI “ABSORBER FULL” PRINTER CANON iP1980

Beberapa waktu yang lalu aku sudah memberikan sedikit tips tentang cara memasang infuse pada Printer Canon iP1980. Nah sekarang Sudah 2 hari ini aku di sibukkan dengan ulah printer yang ngeblink and ngeblink. Capek bro utak-atik printer tapi akhirnya selesai juga kerjaannya. Ceritanya begini, udah direset tapi printer masih terus blingking juga. Awalnya sih bingung gimana cara nanganinya. Ngeprint tidak bisa, perintahnya absorber sudah penuh, sehingga walaupun sudah direset tetap saja printer blingking. Solusinya aku bongkar saja printernya dan di bersihkan terhadap absorber sehingga lebih siap untuk dipakai. Printer Semua merk printer ink jet menyediakan bak khusus yang berisi gabus penyerap tinta. Letaknya di bagian dasar printer canon.


Berikut langkah mencuci gabus absorber printer canon PIXMA IP 1980 :
1. Buka casing printer dengan hati-hati,
a. Pertama-tama kamu buka pakai obeng kecil casing sisi kanan dan sisi kiri printer,


b. kemudian teruskan dengan membuka body casing bagian atas printer, kamu buka dulu baut bagian depan lalu baru buka bagian belakang. lihat gambar ini :


C. Nah ini yang agak rumit, kamu tinggal membuka bebrapa baut satu persatu yang menempel di body printer dan pengait. Kalo takut lupa pasangnya kamu beri tanda khusus (tanda panah) pada bagian tertentu. Ingat betul-betul pengaitnya ini penting saat Anda memasang kembali casing printer.


2. Angkat penutup absorber kemudian keluarkan gabus absorber dari bak penampung.
3. Masukkan gabus absorber pada bak/ timba plastic yang berisi air. Lebih disukai bila airnya hangat. Untuk menghindari agar tangan anda tidak terlalu kotor gunakan sarung tangan plastic. Cuci dan peras gabus hingga dipastikan gabus bersih dari tinta.
4. Jemur gabus absorber yang telah dicuci di terik matahari hingga kering, apabila anda merasa ingin cepat memakai printer, tidak mengapa gabus yang belum kering dipasang kembali pada tempatnya. Pastikan selang saluran pembuangan sudah benar mengarah ke gabus absorber.
5. Sebelum kamu pasang kembali casing printer, ada baiknya selang pembuangan kamu keluarkan dari dalam printer tersebut dan kamu sediakan tempat khusus untuk pembuangan tinta tersebut. Kini printer dalam kondisi lebih fresh dalam menyerap tinta. Resiko melubernya tinta absorber ke bagian lain dari printer bisa di hindari dan printer lebih siap untuk mencetak.
kalo masih ngeblink kamu reset aja printernya.
Ini ada sedikit cara untuk mereset printer canon .
1. Cabut kabel Power
2. Tekan dan tahan Tombol “Power” (On/Off)
3. Masukkan kembali kabel Power
4. Tekan “Reset” dan lepaskan
5. Lepaskan tombol “Power”
6. Apabila berhasil lampu Alarm akan menyala.
dan jika masih blinking juga, kamu coba lagi beberapa kali. Tapi kalo masih blink juga. Ada jalan terakhir yaitu kamu bawa ke tempat service. Berarti printer kamu perlu uang service lebih.
Kemarin ada sedikit pertanyaan dari rekan-rekan mengenai tempat pembuangan tinta printer canon IP 1980. Untuk sekedar saran & pendapat dari aku, jika kita belum bisa memasang sendiri tempat pembuangan tintanya, alangkah lebih baik kita mengajak orang lain yang sedikit lebih mengerti mengenai cara pemasangnnya.
1. Printer haurs kita buka semua. Aku ambil contoh gambar di bawah ini yaitu Printer Epson, setelah aku perhatikan kurang lebih hampir samalah dengan Printer Canon.

2. Perbedaan Printer Epson dan Canon : kalo Printer Epson Selang pembuangan tinta cuma ada 1, sedangkan untuk Printer Canon selang pembuangan tinta nya ada 2. contoh gambar Printer Canon IP1980

3. Body printer harus sedikit di lobangi sesuai dengan selera kita masing-masing, apakah lewat belakang Printer atau lewat samping Printer seperti pada gambar di atas. kalo untuk printer di atas body printernya aku buka.
4. Untuk tempat penampungan pembuangan tinta harus lebih rendah, minimal sejajar dengan selang tinta.
5. Jangan menarik selang tinta terlalu kuat, usahakan sedikit agak longgar. Karena jika terlalu kuat atau kencang, saat printer hidup / beroperasi maka Catridge Printer akan menyangkut & printer mengalami sedikit error.
6. Usahakan untuk mengisi tinta jangan terlalu penuh, minimal setengah aja
oke selamat mencoba, semoga berhasil

Dikutip dari berbagai sumber
[ Read More ]

Tips Merawat Komputer

Mungkin di saat sekarang ini, komputer sudah menjadi barang yang tidak asing lagi di berbagai kalangan. Apalagi di kalangan pelajar, mahasiswa, pegawai kantor dll. Memang bagi semua orang tidak wajib untuk lebih mengenal komputer, namun kita mengenal komputer tentu saja akan membuat apa yang kita kerjakan semakin mudah. Di samping itu juga, sekumpulan komputer yang terhubung dalam jaringan atau network dapat digunakan untuk berbagi sumber daya and informasi.
Nah ini dia,, ada baiknya jika kita mengetahui bagaimana cara untuk merawat komputer sebelum komputer itu rusak. Namun ada yang berpendapat, kalau kita sudah dengan susah sekuat tenaga untuk merawat komputer kita namun kalo memang sudah waktu nya rusak ya harus gimana lagi. Aku ingin berbagi sedikit pengalaman mengenai masalah ini, mungkin bermanfaat bagi semua orang.
Tips merawat komputer
1. Jika komputer sering di gunakan setiap hari khususnya untuk warnet, kamu Defrag harddisk secara rutin minimal 1-2 X dalam 1 minggu. Dengan tujuan untuk menata dan mengurutkan file-file harddisk berdasarkan jenis file/data sedemikian rupa agar proses kerja hardrdisk akan lebih ringan, agar harddisk lebih awet, dengan catatan saat menjalankan Defrag tidak boleh ada program lain yg berjalan termasuk screensaver karena akan mengganggu fungsi defrag ini.
2. Aktifkan screensaver sesuai dengan selera kamu, screensaver mempunyai fungsi lain yg penting. Monitor CRT juga televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yg sama untuk beberapa saat maka ada fosfor yang menyala terus menerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor Anda adalah LCD, LED yg sudah dilengkapi dengan energy saving, maka screensaver tidak terlalu dibutuhkan lagi.
3. Kamu tempatkan monitor maupun CPU sedemikian rupa sehingga ventilasi udara dari dan ke monitor / CPU cukup lancer, dengan tujuan agar jangan sampai menyebabkan panas yang berlebihan, supaya komponen / rangkaian elektronik di dalamnya bias bertahan lebih lama. Kalau perlu pasang kipas angin di dalam ruangan tersebut.
4. Pakailah UPS atau stavolt.Pakailah UPS untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yg dapat mengakibatkan kerusakan pada harddisk dan komponen / rangkaian elektronik lainnya. Jika tidak ada UPS, kamu gunakan Stavolt untuk mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.
5. Setiap program yang dijalankan membutuhkan memory (RAM), maka tutup / close program yg tidak berguna sehingga komputer berjalan tidak lambat.
6. Install program antivirus dan update kan terus setiap komputer dijalankan.
7. Kotak sampah atau Recycle Bin di bersihkan secara rutin. Karena Recycle Bin yg sudah banyak juga akan menyita ruang harddisk yg dapat menyebabkan pembacaan harddisk menjadi lambat.
8. Jangan meletakkan Speacker Active terlalu dekat atau di ssebelah monitor. Karena medan magnet yang ada pada speacker tersebut akan mempengaruhi monitor terutama warna monitor menjadi tidak rata.
9. Buang program yg tidak berguna dengan tujuan agar ruang harddisk bisa lebih banyak supaya beban kerjanya akan lebih ringan dan harddisk pun dapat bertahan lebih lama.
10. Nah yang ini memang agak sedikit rumit, jika kamu belum mengerti kamu bisa tanyakan kepada orang yang lebih mengerti. Kamu bersihkan motherboard & perangkat keras lainnya dari debu secara bertahap. Ya minimal 2 kali dalam setahun. Jangan lupa kabel power di matikan dulu sebelum di bersihkan.
Oke, selamat mencoba dan semoga berhasil

Dari Pengalaman dan Berbagai Sumber
[ Read More ]

Monitor CRT vs LCD

Saat ini populasi monitor LCD (Liquid Colour Display) semakin meningkat pesat. Selain harganya sudah lebih murah, monitor LCD terkenal lebih hemat listrik dibanding monitor CRT (Cathode Ray Tube). Meski begitu, populasi monitor CRT di indonesia masih lebih banyak ketimbang LCD, mengapa? Meski harganya sudah turun, harga monitor LCD masih belum terjangkau. Harga monitor LCD 17 inch dengan merk cukup terkenal saat ini berkisar 1,6-2 juta rupiah, bandingkan dengan monitor CRT 17 inch real flat dengan merk terkenal seharga 1 jutaan saja. Saya sendiri juga masih menggunakan CRT 15 inch. Apa sih kelebihan LCD daripada CRT? LCD dan CRT memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Berikut penjabaran kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan Monitor CRT
1. Warna lebih akurat dan tajam
Monitor CRT memiliki warna yang akurat atau hampir sama dengan aslinya. Karna alasan ini lah para desainer dan editor foto lebih suka menggunakan CRT dibanding LCD. Selain itu, gradasi warna pada monitor CRT masih lebih baik dibanding LCD. Kelebihan soal akurasi dan gradasi warna pada monitor CRT dapat terlihat jika digunakan untuk membuat disain yang kaya warna atau bermain game dengan resolusi tinggi.
2. Resolusi monitor fleksibel
Monitor CRT dapat menggunakan berbagai variasi resolusi tanpa mengalami penurunan kualitas gambar. Sehingga bagi para gamer pas-pasan lebih baik menggunakan CRT karena resolusi game dapat diturunkan tanpa mengorbankan kualitas tampilan.
3. Perawatan mudah, jika rusak dapat di servis
Perawatan monitor CRT masih lebih mudah dibanding LCD, LCD perawatanya harus ekstra hati-hati. Selain itu, jika monitor CRT rusak masih dapat diservis, sedangkan LCD rusak sudah pasti masuk sampah. Selain itu, monitor CRT lebih tahan jika terbentur atau tersentuh jari tangan pada displaynya.
4. Bebas dead pixel, ghosting dan viewing angle
Monitor CRT tidak terdiri dari pixel-pixel seperti LCD, sehingga jelas-jelas tidak akan mengalami dead pixel. Monitor CRT dapat dilahat dari berbagai sisi, tidak seperti LCD yang bergantung pada spesifikasi viewing angle. Monitor CRT tidak mengenal response time, sehingga relatif bebas efek ghosting.
5. Harga lebih murah
Kelebihan dari segi harga inilah yang membuat monitor CRT masih populer. Pada ukuran inch yang sama, dapat dipastikan harga CRT lebih murah dibanding LCD.

Kekurangan monitor CRT
1. Konsumsi listrik
Monitor CRT mengkonsumsi daya listrik 2x lipat dibanding LCD pada ukuran inch yang sama. Monitor CRT 15 inch mengkonsumsi daya antara 60-70 watt sedangkan LCD ukuran 15 inch hanya mengkonsumsi daya maksimal 35 watt. Semakin besar ukuan diagonak monitor, semakin besar pula konsumsi dayanya. Monitor CRT 17 inch real flat menkonsumsi daya hingga 100watt!
2. Bergantung pada refreshrate
Agar mata tidak lelah mengunakan monitor CRT, gunakan refreshrate diatas 70hz. Monitor saya sie mentok di 1024×768 @70hz, cukup membuat lelah mata jika didepan monitor lebih dari 4 jam. Monitor CRT high end mampu menawarkan refreshrate hingga 120hz bahkan lebih. Makin tinggi makin baik tentunya. Hal ini tidak berlaku bagi monitor LCD.
3. Radiasi lebih besar
Tidak dapat dipungkiri, monitor CRT memancarkan radiasi yang lebih besar dibanding monitor LCD. Radiasi ini memiliki dampak negatif bagi mata sehingga mata cepat lelah atau bahkan membuat kepala pusing bagi yang sensitif.
4. Rentan distorsi, glare dan flicker
Ini adalah masalah klasik bagi monitor CRT. Efek distorsi akan terlihat saat kita menggambar lingkaran dengan menggunakan coreldraw atau software lain. Juka refreshrate terlalu rendah, menyebabkan monitor menjadi berkedip-kedip (flicker) dan glare (over brightness).
5. Dimensi besar dan berat
Monitor CRT memiliki ukuran yang besar dan berat, sehingga tidak cocok untuk ruangan sempit, karena banyak makan tempat. Cukup melelahkn jika monitor sering dipindah-pindahkan karena cukup berat. Bayangin aja bawa monitor CRT 19 inch ke lantai 2 menggunakan tangga, cukup berat dan melelahkan bukan?
Udah tau kan kelebihan dan kekurangan monitor CRT? Saya pun sampai sekarang masih menggunakan monitor CRT, mungkin jika ada rejeki ganti ke LCD lah… hehehe.. kelebeihan dan kekurangan LCD? Berikut ulasannya….

Kelebihan monitor LCD
1. Karakter bright yang nyaman dimata serta bebas distorsi
Monitor LCD cenderung terang tapi nyaman dimata. Karakter LCD yang demikian, membuat mata tidak cepat lelah dan betah berjam-jam didepan monitor. Tidak seperti CRT yang kadang over bright. Monitor LCD relatif bebas distorsi dan flicker. Monitor LCD juga memiliki contrast yang cukup baik. Fokus gambar lebih baik dan bebas moire.
2. Tidak bergantung pada refreshrate
Tidak seperti CRT yang harus menggunakan refreshrate yang tinggi agar nyaman dimata, LCD tidak memerlukan refreshrate yang tingi untuk membuat mata nyaman. Memang jarang LCD yang menawarkan refreshrate yang setinggi CRT. Bahkan ada yang mengatakan refreshrate 60hz pada LCD kurang lebih sama 100hz pada CRT.
3. User frendly
Pada monitor CRT, kadang kita harus mengatur geometri, ukuran vertikal, horizontal dan lain sebagainya agar pas di lihat di display. Pada monitor LCD cukup set pada pilihan auto saja, pasti pas di layar.
4. Hemat listrik
Hemat listrik merupakan keunggulan monitor LCD. Pada ukuran diagonal yang sama, konsumsi monitor LCD hanya setengah dibanding konsumsi daya monitor CRT. Monitor LCD cocok dengan tren green computing untuk mengurangi penggunaan energi serta panas yang dilepaskan. Meski begitu, beberapa pengguna masih belum merasakan penghematan energi dari monitor LCD dibanding CRT, kecuali penggunaan dalam jumlah banyak.
5. Ukuran yang ringkas, ringan serta lebih keren
Tidak bisa dipungkiri bahwa ukuran monitor LCD jauh lebih ringkas dibanding CRT. Monitor LCD tidak memakan banyak tempat sehingga cocok ditempatkan di ruangan yang sempit. Monitor LCD juga lebih ringan dibanding CRT sehingga lebih mudah dipindah-pindahkan. Bentuk monitor LCD yang tipis menimbulkan kesan elegan dan techno sehingga terlihat lebih keren.

Kekurangan monitor LCD
1. Viewing angle terbatas, colour depth terbatas dan gradasi warna kurang
Tiap monitor LCD memiliki viewing angle atau sudut pandang yang berbeda-beda. Namun viewing angle-nya tidak se-fleksibel monitor CRT. Monitor CRT dapat dilihat dari berbagai sudut dan sisi, monitor LCD tidak. Colour depth monitor LCD juga terbatas, LCD hanya dapat menampilkan RGB 16,2 juta warna. Perbedaan kedalaman warna ini sangat terasa jika digunakan untuk bermain game atau menonton video beresolusi tinggi. Selain itu, gradasi warna pada monitor LCD kurang baik, meski dalam penggunaan sehari-hari tidak terasa tapi kurang cocok untuk desain grafis dan editing foto/video.
2. Tampilan gambar baik hanya di resolusi native-nya
Monitor LCD memiliki istilah native resolution atau resolusi bawaan untuk menampilkan gambar yang baik. Apabila resolusi diset diatas nativenya, gambar akan terlihat pecah. Jika diset dibawah resolusi nativenya, maka gambar yang dihasilkan cenderung blur dan tidak tajam. Hal ini tidak terjadi di monitor CRT.
3. Response time dan ghosting
Pada monitor LCD, terdapat istilah response time atau waktu respon monitor. Response time yang lambat menimbulkan efek ghosting yang dikarenakan monitor terlambat mersponse tampilan gambar, sehingga pada gambar bergerak terlihat ada bayang-bayangnya. Semakin kecil nilai response time, semakin baik dan cepat responsenya. Efek ghosting kadang masih terlihat di monitor LCD dengan response time 2 ms sekalipun. Ini terlihat saat digunakan untuk bermain game yang memiliki framrate yang tinggi.
4. Warna kurang akurat
desainer atau editor foto cenderung memilih monitor CRT dibanding LCD. Karena warna yang ditampilkan monitor LCD kadang berbeda dengan aslinya. Agar warnah lebih akurat, perlu dilakukan kalibrasi warna dengan perangkat semacam colorimeter yang harganya tidak murah. Namun, secara umum hal ini tidak terasa untuk penggunaan sehari-hari.
5. Harga lebih mahal, perlu perawatan ekstra hati-hati dan dead pixel
Sudah jelas, monitor LCD lebih mahal dibanding monitor CRT, meski sekarang harganya sudah lebih murah, namun masih belum terjangkau bagi banyak kalangan. Monitor LCD juga perlu perawatan ekstra hati-hati dalam membersihkanya, karena komponen LCD yang sensitif. Monitor LCD juga rawan juka terbentur, jadi hati-hati saat memindahkanya. Oiya ada satu lagi kekurangan LCD, awas dead pixel! Monitor LCD terdiri atas pixel-pixel nah dead pixel ini adalah pixel yang rusak atau salah menampilkan gambar, sehingga kehadiran dead pixel ini cukup mengganggu pandangan. Satu lagi, LCD mudah di gondol sama maling.

Sumber : Berbagai Sumber & (http://tuxlin.wordpress.com/2008/12/16/monitor-lcd-vs-monitor-crt/)
[ Read More ]

Ada Cinta Dalam Dada


Miky tersentak bangun. Peluh menitik di wajahnya. Barusan ia bermpimpi Jerry menghancurkan keramik kesayangannya. Dalam mimpinya tadi, Miky sudah menyembah agar Jerry tidak melakukan itu. Tapi....
Nola dan Riya yang sedang merumpi di tempat tidur sebelah menatap bingung padanya.
"Kamu kenapa, Mik!"
Miky tergagap.
"Mimpi seram, ya? Sampai mandi keringat begitu!"
"Makanya jangan suka tidur kalau sore," sambung Riya.
"Aku bermimpi Jerry menghancurkan keramik kesayanganku," terang Miky. Matanya beralih pada keramik berbentuk dua remaja tengah duduk memancing di tepi kolam. Tangan kanan si lelaki memegang pancing sementara tangan kiri merangkul bahu sang dara, dengan kepala menyandar di bahu sang lelaki.
Tinggi keramik itu sekitar dua puluh sentimeter. Dipajang di atas meja belajar. Miky memang sangat sayang pada keramik itu. Itu oleh-oleh terakhir Mama sepulang dari Cina. Karena waktu itu mobil yang ditumpangi Mama kecelakaan sepulang dari bandara. Sedang Mama meninggal di tempat.
"Ah, Jerry lagi!" ujar Riya kesal.
"Edan, memang tahu dari mana Jerry, kalau kamu punya keramik itu?"
"Mana aku tahu, La! Namanya juga mimpi."
"Mungkin itu sebagai pertanda Jerry tidak suka sama kamu. Kalau dia menyukaimu, tidak mungkin dia tega menyakiti hatimu."
Miky terpekur. Barangkali benar ucapan Riya barusan. Buktinya, sudah dua tahun lebih mereka satu kampus. Sekali saja Jerry tidak pernah menegur dirinya. Padahal terlalu sering Miky 'mendekati'nya. Misalnya, ketika Jerry dan teman-temannya makan di kantin. Miky selalu ada di sana. Duduk tidak jauh dari Jerry. Makan dan diam. Tapi salah tingkahnya minta ampun. Pikirnya, pasti Jerry melahap segala geraknya. Bila Miky mencuri tatap, rasa kecewa selalu menghantam dada. Seperseratus detik saja Jerry tidak pernah melirik padanya.
Bahkan Jerry tidak menyadari kehadirannya di kantin. Yang lebih membuat sakit, Jerry tidak pernah tahu ada seorang Miky di dunia ini, yang mencintainya dengan sangat.
Ah, menyedihkan memang!
"Kamu sih, Mik, pasif banget. Kapan dapatnya tuh Jerry. Sementara dianya juga tidak pernah memperhatikanmu. Agresif sedikit, dong! Kasih sinyal bahwa kamu suka sama dia. Itu lebih baik daripada kamu diam saja. Seperti orang bilang: lebih baik gagal dalam usaha daripada tidak mencoba sama sekali. Makanya, Mik, sosor saja. Daripada ditangkap cewek lain. Kamu juga yang memble nantinya."
Lama Miky termenung. Bicara sih gampang, sungutnya. Memangnya banteng, main sosor. Jerry itu cowok manis. Imut begitu. Rada pendiam juga. Jadi pasti dia tidak suka sama cewek tomboi nan agresif.
"Aku pernah membaca di majalah, lebih baik hidup dengan orang yang mencintai kita, daripada dengan orang yang kita cintai."
"Artinya?"
"Miky harus melupakan Jerry. Dan menyambut cinta Angga. Itu akan membuat Miky jadi bahagia."
Miky menghela napas. Tanpa saran dari Nola, kalau memang bisa, sudah dari dulu dilakukannya. Bukannya Miky tidak pernah mencoba untuk beramah-tamah sama Angga. Miky ingin menjajaki perasaannya dulu. Seperti orang bilang, kebersamaan seringkali akan menimbulkan cinta. Tetapi ternyata, setiap kali dia berdekatan dengan Angga, selalu rasa jenuh dan bosan yang hadir. Barangkali memang, tidak ada cintanya buat Angga.
"Kurasa itu lebih baik, Mik!" Riya menyentuh tangannya. "Jerry saja tidak kenal sama kamu. Kamu juga tidak mau memperkenalkan diri."
Lagi-lagi Miky menghela napas. Membuang pandangan mata keluar jendela. Cuaca yang mendung, membuat dia keenakan di tempat tidur.

***

Miky membuang napas. Mengalihkan pandang pada mahasiswa yang lalu lalang.
"Mik!"
Miky menoleh sebentar.
Angga menatap lembut. Miky benci itu. Harusnya Angga tahu, hati Miky tidak bisa dipaksa untuk mencintainya.
"Mik!"
Miky tidak tahu harus berkata apa. Ia tidak tega untuk menolak. Angga begitu baik padanya. Tetapi ia juga tidak mampu meluluskan permintaan itu.
"Jawablah, Mik!"
"Kenapa harus aku, Ang? Masih banyak yang lain," desisnya nyaris tidak terdengar.
"Jadi kamu menolak?" patah suara Angga.
Ingin Miky mengangguk. Lehernya terasa kaku. Ia tatap wajah Angga yang sendu.
"Tolonglah, Mik. Kita hanya bersandiwara di depan Mamaku. Agar Mama senang. Itu saja."
"Tapi...."
"Aku tahu kamu tidak mencintaiku. Aku juga tidak memaksa agar kamu mencintaiku. Tapi kumohon, mengertilah, Mik! Ini atas keinginan Mama. Mama ingin ketemu kamu. Dokter bilang, penyakit Mama tidak lagi tertolong. Tinggal menunggu waktu."
"Apa hubungannya sama aku?"
Angga menunduk. "Setahu Mama, kamu pacarku."
Berlipat kening Miky.
"Waktu kamu kuperkenalkan sama Mama, ia bilang suka sama kamu. Karena aku juga suka sama kamu, jadi kubilang saja kita pacaran."
Miky menatap tak suka.
Angga makin menunduk.
"Kamu lancang, Ang!"
"Maaf, aku memang tidak tahu diri."
Miky mengalihkan tatap. Ia tertegun. Dadanya berdebar lebih kencang. Di ujung koridor kelas Jerry berjalan sendiri.
"Mik!"
Miky tergagap.
"Kamu suka sama dia?"
"Kenapa kamu bertanya begitu?"
"Matamu selalu penuh kekaguman bila menatapnya."
Miky menunduk. Ia yakin wajahnya memerah.
"Benar kan, Mik?"
"Jam berapa kamu menjemputku?" tanya Miky mengalihkan pembicaraan.
Senyum Angga mengembang. Kedua bola matanya berbinar-binar. "Kamu serius, Mik?" suaranya hampir tidak percaya.
Miky mengangguk lemah.

***

Miky melepas cincin emas itu dari jari manisnya. Ia angsurkan pada Angga yang pegang setir. Mereka baru pulang dari rumah sakit. Menjenguk Mama Angga.
"Cincin itu sudah dikasih Mama sama kamu. Jadi pakai saja."
"Andai Mamamu tahu cerita sebenarnya, tentu beliau tidak akan memberikan cincin ini padaku."
Sekilas Angga menoleh. Ia menghela napas. Betapa aku ingin meraihmu. Memberimu bahagia sepanjang hidupku. Tapi mengapa hatimu terlalu jauh untuk kugapai?
"Ambillah, Ang! Aku tidak pantas memakai ini."
"Kalau kamu tidak mau memakainya, buang saja. Itu hakmu!" Dingin suara Angga.
Miky terkesiap mendengar suara itu, sampai ia lupa menarik tangannya yang masih mengangsurkan cincin itu. Angga salah menduga, ia kira Miky bersikeras mengembalikannya.
Angga merenggut cincin itu dari tangan Miky dan melemparkan keluar dari jendela mobil yang terbuka setengah. Mobil berhenti tiba-tiba. Bisa saja Miky terjerembab kalau tidak segera menahan keseimbangan tubuh.
"Ang...." pekik Miky.
"Kamu terlalu sombong, Mik! Aku masih bisa terima kamu menolakku. Tapi menolak pemberian Mama? Dengn tulus ia memberi, apa salahnya kamu terima. Atau setidaknya pura-pura kamu terima, lalu kamu campakkan ke comberan tanpa sepengetahuanku." Tinggi suara Angga. Dari tarikan napas yang keras, terlihat Angga tidak bisa membendung emosinya.
"Aku...."
"Maaf, maafkan aku, Mik!" Angga meraih tangan Miky. "Aku khilaf. Itu karena aku kecewa pada diriku sendiri. Mengapa aku tak mampu mendapatkanmu. Hingga terpaksa membohongi Mama di akhir hidupnya."
Miky membuang napas haru.
"Sekali lagi aku minta maaf sama kamu. Juga terima kasih mau menerima undangan Mama. Walau kita hanya memberi Mama kebahagiaan semu."
"Cincin tadi, Ang!"
"Biarlah, kalau kamu susah dibuatnya."

***

Sesaat mata mereka bertemu. Cepat Miky menunduk. Sungguh, ia merasa gugup menentang tatapan cowok itu. Lututnya lemas. Sampai kakinya bergetar.
"Maaf, saya buru-buru. Tidak melihat kamu mau keluar," cowok itu berkata. Tangannya memunguti buku Miky yang terjatuh ke lantai. Lalu ia serahkan ke Miky yang mematung.
Tanpa suara Miky berlalu. Bukan apa-apa. Ia sibuk menata detak jantungnya. Kalau saja dia tahu, makhluk yang menabraknya adalah Jerry, tentu Miky sudah pura-pura terjatuh. Atau pingsan sekalian. Agar Jerry membopong tubuhnya, tidak hanya berkata maaf.
Mata Jerry mengawasi Miky dari belakang.
"Gila, cantik banget! Stambuk baru, ya?" tanyanya pada kawannya.
"Payah kamu. Itu kan Miky. Anak Ekonomi, semester lima. Makanya matamu itu harus jelalatan lihat cewek. Jangan Cuma melototi buku melulu."
Jerry meringis. Di benaknya berkelebat kejadian barusan. Mereka bertabrakan di pintu perpustakaan. Wajah Miky terbenam di dadanya. Dan sampai saat ini, harum rambut Miky masih terasa pada setiap tarikan napasnya.
"Siapa tadi namanya?"
"Miky. Miky Saraswati."

***


"Mik!"
"Hem," sahut Miky. Tangannya sibuk memoles pewarna di bibirnya.
"Angga baru telepon."
Dari kaca rias ia melirik Nola yang berdiri di sampingnya.
"Terus?"
"Ia minta kamu ke rumah sakit. Mamanya kritis. Katanya sudah tidak ada harapan lagi. Ini juga atas permintaan Mamanya."
Miky menarik napas keras. Sejurus ia menatap Nola.
"Malam ini Jerry mengundangku ke rumahnya. Ada pesta perak perkawinan orangtuanya."
"Jadi kamu menolak?" Kening Nola mengerut.
"Terpaksa."
"Kan bisa, Mik, sekarang kamu pergi dulu ke rumah sakit. Baru ke rumah Jerry."
"Sebentar lagi Jerry menjemputku. Apa tanggapannya kalau aku pergi ke rumah sakit menjenguk Mama Angga."
"Dalam situasi seperti ini, Jerry pasti mengerti."
"Tidak bisa, La! Aku sudah bosan mengikuti sandiwara Angga."
"Kamu tidak punya perasaan, Mik!" desis Nola tajam. "Apa salahnya memenuhi keinginan Mamanya itu. Apa salahnya kamu membahagiakan hati orang di akhir hidupnya?"
"Aku...."
"Aku baru tahu, ternyata kamu sangat egois!" Nola berjalan ke pintu. Tidak ada gunanya membujuk lagi. Di ambang pintu Nola berhenti, berbalik menatap Miky.
"Cintamu pada Jerry terlalu buta, kurasa. Sampai kamu tidak bisa memilih mana yang harus diutamakan."
Miky tidak akan diam andai saja Nola tidak keburu membanting daun pintu. Ia tahu Nola marah padanya. Sebenarnya Miky juga tidak tega mengabaikan permintaan Mama Angga. Tapi dengan mengecewakan Jerry?

***

Miky menyusut butiran air di kedua belah pipi. Ada yang hancur dalam hati. Terasa sakit dan perih menusuk. Masih terbayang, ketika di pesta perak perkawinan orangtua Jerry kemarin, diumumkan juga pertunangan Jerry dengan anak gadis rekan kerja orangtua Jerry.
Terluka hati Miky. Meski tadi pagi Jerry datang menemuinya. Dengan sederet kata maaf berkata: ia sama sekali tidak mengetahui rencana pertunangan itu. Dengan linangan airmata berkata, hanya Miky yang ada dalam hatinya.
Semua itu tidak berguna. Karena nyatanya Jerry bertunangan dengan gadis itu. Dan hati Miky terlanjur luka.
"Mik...."
Cepat Miky menghapus airmata di pipinya, sebelum menoleh ke asal suara itu.
"Kamu sudah sembuh?"
Menyipit mata Miky.
"Aku minta maaf, Ang. Waktu Mamamu...."
"Tak apa, Mik! Waktu itu Nola bilang kamu demam tinggi. Mama juga memaklumi hal itu."
Miky menelan ludah yang terasa pahit. Ah, Nola!
"Sebelum meninggal, Mama sempat bilang, agar aku selalu bersamamu. Mama yakin kamu gadis yang baik. Dan Mama akan melihat kita bahagia dari alamnya," Angga tertawa masam. "Mama memang sangat menyayangiku. Jadi Mama takut anak bungsunya ini salah pilih."
"Mengertilah, Ang!"
"Aku sangat mengerti, Mik. Aku juga akan bahagia bila kamu bahagia. Makanya, kejarlah impian kamu itu. Siapa namanya, Mik? Jerry, ya? Ah, dia memang amat istimewa."
Mendengar nama Jerry disebut, airmata Miky mengucur lagi. Ia teringat cintanya yang kandas terhempas.
"Ada yang salah dengan ucapanku?"
Miky menggeleng dengan bahu terguncang. Miky menggigit bibir, menahan tangis agar tidak sampai pecah berderai.
Dengan memberanikan diri, Angga meraih Miky ke dalam pelukan. Miky tidak menolak. Justru tangisnya semakin kuat. Hingga Angga jadi bingung. Tapi perasaannya berkata, ada masalah dengan hubungan Miky dan Jerry.
Tangan Angga bergetar mengelus rambut Miky. Ada yang nikmat ia rasakan kata airmata Miky menembus kemeja dan menyentuh kulit dadanya.
Oh, Tuhan!
Mimpi pun Angga tidak berani kalau Miky akan berada dalam pelukannya seperti sekarang.
Miky masih menangis dalam pelukannya. Kedua mata Angga memejam. Memohon dalam hati, semoga waktu berhenti sampai di sini, agar selamanya Miky berada dalam pelukannya. ©

BIODATA PENULIS

T. Sandi Situmorang, lahir di Hutaraja, Sumatera Utara, 10 Desember 1978. Cerpen pertamanya dimuat di majalah Anita Cemerlang pada tahun 1994. Lebih dari seratus cerpen telah dipublikasikan pada sejumlah media, di antaranya: Anita Cemerlang, Aneka Yess!, Kawanku, Keren Beken, Ceria Remaja, Kompas Anak, Suara Pembaruan, Teen, dan lain-lain. Bukunya yang sudah diterbitkan berjudul Cewek Matre (Penerbit Andi, 2007). Sebuah cerpennya termuat dalam Antologi Cerpen Koran Medan (Dewan Kesenian Medan, 2006), dan sebuah cerpen remajanya juga termuat dalam buku Bahasa Indonesia untuk kelas dua SMP, Penerbit Erlangga.

[ Read More ]

Dapat Uang Tambahan Dari Internet

[ Read More ]